Pemkot Mataram Tegur Tukang Gigi Tidak Berizin

Pewarta : id Tukang Gigi

.

Mataram (Antara NTB)- Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menegur sejumlah tukang gigi yang beroperasional di kota itu tanpa ada izin dari Dinas Kesehatan setempat.

"Dari klarifikasi, para tukang gigi mengakui mereka tidak memiliki izin operasional," kata Kepala Penegakan Perundang-Undangan Daerah Satpol PP Kota Mataram Lalu Muhammad Zakir yang ditemui dalam kegiatan pembinaan ke tukang gigi di Jalan Airlangga di Mataram, Selasa.

Para tukang gigi itu, bahkan tidak tahu ada aturan dari Kementerian Kesehatan terhadap operasional tukang gigi sebab pekerjaan yang lakoninya merupakan keahlian turun temurun.

Oleh karena itu, Satpol PP yang turun ditiga lokasi tukang gigi yakni di Lingkungan Kamasan, Karang Baru dan Jalan Airlangga bersama petugas dari Dinas Kesehatan Kota Mataram, bersepakat akan mengumpulkan tukang gigi yang beroperasional di Mataram.

"Data pastinya belum kami terima, namun menurut pengakuan tukang gigi, jumlah tukang gigi di Mataram sekitar tujuh orang," katanya.

Dikatakan, upaya yang dilakukan jajaran pemerintah kota terhadap para tukang gigi yang tidak berizin saat ini masih sebatas teguran dan pembinaan.

"Untuk sanksi, belum bisa kami berikan karena mereka rata-rata tidak tahu aturan jika usahanya itu harus berizin," katanya.

Pembinaan bagi para tukang gigi dinilai penting untuk menghindari adanya komplain dari para pelanggan dan agar usaha yang mereka jalani menjadi legal.

Abdul Kadir Jaelani salah satu tukang gigi di Jalan Airlangga yang dikonfirmasi seusai memberikan keterangan kepada petugas, mengakui, sejauh ini dia beroperasional tanpa ada izin.

"Kalau memang usaha kami ini dianggap ilegal, kami siap mengikuti arahan dan pembinaan agar menjadi usaha yang legal," ujarnya.

Abdul Kadir Jaelani yang sudah membuka usaha tukang gigi sejak dua tahun lalu, mengatakan, sejauh ini belum pernah mendapat komplin dari pelanggannya terkait dengan usaha yang digelutinya.

"Beberapa pelayanan yang kami berikan adalah pemasangan gigi palsu, pemasangan kawat gigi, dan ada juga layanan pasang gigi diamond," katanya. (*)
Editor: Awaludin
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar